Sabtu, 01 Agustus 2020

Kantor Kejaksaan Jombang

 

Kantor Kejaksaan Jombang

 

 

Bangunan Kantor Kejaksaan Jombang memiliki arsitektur seperti kantor-kantor pemerintah pada umumnya. Telah terjadi penambahan dan pemugaran bangunan yang dilakukan berkali-kali oleh kejaksaan Jombang. Penambahan berupa bangunan lain yang ada di halaman samping, penambahan lantai bangunan, dan pemugaran bangunan lama dengan memberikan komponen-komponen baru seperti penggantian lantai dan pengecatan. Perubahan juga dilakukan berbentuk pergantian denah dan penutupan dinding dengan wallpaper bergaya modern.


Penambahan bangunan yang ada membuat penampakan bangunan asli yang merupakan tinggalan kolonial pun tenggelam.

 

 

Dari foto yang ditampakkan lewat foto lama, ornamen dan dekorasi bangunan tidak terlalu berubah signifikan. Karakteristik bangunan Belanda pun seperti agak susut karena mengingatkan gaya bangunan Indonesia khas masa pascakemerdekaan.

 

Kesejarahan Kantor Kejaksaan Jombang

Tampak depan, kantor Kejaksaan Jombang terlihat seperti bangunan perkantoran di Indonesia pada umumnya. Terdapat pilar-pilar yang bagian bawahnya berhias lempengan batu alam. Dindingnya bercat putih dan kecoklatan, seperti senada dengan seragam pegawai yang bekerja di dalamnya.

Bangunan kantor kejaksaan Jombang memang sudah direnovasi berkali-kali. Bangunan-bangunan yang ada di dalam kompleks kantor kejaksaan bahkan makin bertambah dari tahun ke tahun, melalui berbagai pemugaran dan pembangunan. Semua itu disebabkan kebutuhan operasional kantor yang memiliki beban kerja yang makin kompleks.

Tak disangka, meski dari luar seperti berupa bangunan baru, ternyata di bagian dalamnya masih menyisakan jejak sejarah dan sisa sisi bangunan lama dari masa kolonial. Memang, bangunan kantor kejaksaan ini dulunya merupakan salah satu markas BKR di Jombang.

 

Unsur Kesejarahan di Kantor Kejaksaan Jombang

1.      Markas BKR

Selama ini, bangunan kantor kejaksaan Jombang pernah menjadi lokasi markas BKR atau Barisan Keamanan Rakyat tahun 1945. Pada masa perjuangan kemerdekaan, BKR ibarat ABRI atau TNI milik Indonesia yang berfungsi sebagai tentara penjaga keamanan dan kemerdekaan republik.

Peristiwa Jombang Bumi Hangus tahun 1948 (Sumber : Leiden Digilib)

Eksistensi kantor kejaksaan sebagai Markas BKR bahkan sempat terlihat dari foto udara saat peristiwa Jombang Bumi Hangus tahun 1948. Peristiwa Jombang Bumi Hangus mirip dengan Bandung Lautan Api. Pada masa itu, banyak lokasi vital yang dibumihanguskan oleh para pejuang untuk melumpuhkan pengaruh tentara Belanda yang mencoba kembali menduduki Indonesia.

Posisi Kantor Kejaksaan dalam Peristiwa Jombang Bumi Hangus tahun 1948 (Sumber : Leiden Digilib)

 

Hanya saja peristiwa bersejarah Jombang Bumi Hangus mungkin tidak banyak dikenal, karena Jombang bukan kota besar seperti Bandung. Tak banyak pula dokumentasi mengenai peristiwa ini. Namun beruntung, tersisa beberapa foto yang menggambarkan eksistensi bangunan kantor kejaksaan saat peristiwa terjadi.

Dulunya, di kantor kejaksaan ini sempat ada tulisan atau penanda yang menyatakan bahwa lokasi tersebut pernah menjadi kantor BKR. Agaknya, tulisan itu sudah hancur dan lapuk dimakan usia. Meski demikian, cerita kesejarahan dan patriotisme bahwa kantor kejaksaan Jombang dulunya pernah jadi markas BKR masih diceritakan dari masa ke masa.

2.      Kantor Kejaksaan era Kolonial

Kantor Kejaksaan Jombang rupanya dulu juga menjadi lokasi kantor kejaksaan pada masa kolonial Belanda. Pada masa kolonial, seringnya kantor kejaksaan ditempatkan berdekatan dengan penjara. Faktanya hingga kini pun, kantor kejaksaan masih berdiri dan berseberangan lokasi dengan Lapas Jombang. Jika kantor kejaksaan berada di jalan Wahid Hasyim sisi barat, maka Lapas Jombang ada di sisi timur.

Belum ditemukan data valid mengenai kapan tepatnya kantor kejaksaan ini dibangun, namun data kolonial menyatakan bahwa penjara Jombang dibangun 1881. Sangat mungkin kantor kejaksaan pun dibangun di tahun yang tak berjauhan dengan berdirinya penjara. Bisa sesudahnya, atau malah sebelumnya. Estimasinya mungkin dibangun 1880 hingga 1890. Semua disebabkan karena kantor kejaksaan juga bagian dari perangkat pemerintahan yang memegang peranan penting sebagai penegak peradilan.

Ditemukan catatan dalam pembangunan infrastruktur tahun 1881 yang berasal dari Majalah Perdagangan Surabaya. Berikut terjemahannya :

Majalah Perdagangan Surabaya

08-01-1881

Kamis 1 September pagi. Di kantor pengelolaan air di Kalimaas di sini ditenderkan secara umum sebidang tanah untuk konstruksi pekerjaan berikut di divisi DJOMBANG sebagai berikut :

a)      Rumah Residen Pembantu dengan bangunan tambahan besar

b)     Kantor Asisten Kediaman dengan Landraadzaal dan kantor panitera, dianggarkan

c)      Penjara untuk 130 kepala

Proyek dianggarkan secara ocala-sama dan, jika terjadi kegagalan, segera setelahnya juga dalam satu plot.

Penyerahan bahan-bahan yang diperlukan untuk pekerjaan-pekerjaan yang tidak ada dalam stok negara, sesuai dengan dokumen-dokumen yang tersedia untuk pemeriksaan di kantor tersebut dan di kantor Insinyur yang bertanggung jawab atas dinas ocal di MODJOKERTO dari pihak-pihak yang berkepentingan. Kepala Insinyur dari 2814 Pekerjaan Umum Sipil, A.M.S. HOGERWAARD.

 

Dari berita Soerabaijasch Handelsblad bertanggal 1 Agustus 1881, terdapat informasi mengenai pembangunan penjara berkapasitas 130 orang yang diserahkan pada kontraktor A.M.S. Hogerwaard. Catatan dalam koran ini jelas menunjukkan tahun pembangunan penjara sekitar 1881, sehingga bisa diperkirakan pembangunan kantor jaksa tidak jauh dari perkiraan tahun tersebut.

 

3.      Kantor Raden Adipati Soeraadiningrat

Kanjeng Sepuh sebagai Bupati Jombang, sebelumnya dikenal sebagai Bupati Sidayu, Gresik. Namun, tak banyak pula yang tahu bahwa kanjeng sepuh sebelumnya meniti karir sebagai pegawai sipil berpangkat ajun jaksa.

Bahkan sebelum menjadi jaksa, Kanjeng Sepuh memulai karirnya sebagai penulis non-komersial di kawedanan Distrik Modjoredjo, Divisi Djombang. Beliau bekerja dari tanggal 5 Maret 1883 sampai 8 Maret 1890. Kala itu, Jombang masih berada di bawah naungan residen Surabaya, dan masih Bernama Distrik Modjoredjo.

Data mengenai masa muda Kanjeng Sepuh didapat dari koresponden koran di Jombang yang membahas mengenai ulang tahun ke-35 Sang Adipati.

Berikut terjemahannya :

Jombang.

Laporan koresponden kami:

Selasa adalah pesta di Jombang. Bupati kami yang terhormat merayakan hari jadinya yang ke-35. Raden Adipati Ario Soeroadiningrat, putra mendiang Pangeran Soeroadiningrat, Bupati Sidajoe, memulai karirnya sebagai penulis tak berbayar di wedono distrik Modjoredjo, divisi Djombang, di mana ia menetap dari 5 Maret 1883 hingga 8 Maret 1890.

Dengan keputusan Residen Surabaya ddo. 8 Maret 1890 diangkat menjadi juru tulis di jaksa di Sidajoe, setelah itu diangkat menjadi asisten jaksa pada 8 Juli 1891.

 

Keputusan Residen Surabaya menetapkan beliau dari tahun 1890 sebagai penulis jaksa di Sidayu, Gresik, dan Juli 1891 sebagai wakil Jaksa. Pengangkatan Kanjeng Sepuh di Sidayu pastinya bukan tanpa alasan. Selain telah lama bekerja yang awalnya sebagai penulis tak berbayar lulusan ambtnaar, pastinya karirnya juga berkembang dari yang diawali dari rintisan magang di kantor kejaksaan divisi Jombang.

Jadi, jika kantor kejaksaan Jombang sudah ada sejak masa kolonial Belanda, maka Kanjeng Sepuh muda berarti pernah berkantor di sana. Jelaslah selain sebagai bangunan tinggalan kolonial, bangunan kantor kejaksaan Jombang juga merupakan bagian dari sejarah penting Jombang karena menjadi tempat Kanjeng Sepuh Sang Bupati Pertama Jombang memulai karirnya.

 

4.      Bertempat di Kompleks Kota Lama Jombang

Sudah bukan rahasia, dulunya setiap kantor dibangun berdekatan. Area T di Jombang yang kini menjadi Jalan Wahid Hasyim, Jalan Achmad Yani dan Jalan Merdeka (Jl. Gus Dur) adalah pusat utama Kabupaten Jombang bahkan sejak masa kolonial.

Dekat dengan alun-alun, Masjid Agung, dan Kantor Asisten Residen, menjadikan kawasan yang kini berada di sekitar Kantor Kejaksaan Jombang semacam pusat pemerintahan di masa kolonial. Pendopo Jombang yang sekarang, dulunya adalah pengadilan. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kantor kejaksaan pun ditempatkan dekat dengan penjara, dan lokasi tersebut masih bertahan hingga kini.

Tetangga Kantor Kejaksaan yang kini menjadi SMKN 1 Jombang dan SMAN 1 Jombang, merupakan kawasan bekas rumah asisten residen Jombang. Bangunan rumah dinas Asisten Residen Jombang kini pun sudah lenyap tak bersisa. Sebuah jejak sejarah yang hilang tanpa bekas, yang sangat sulit diceritakan pada generasi penerus.

Kawasan yang jadi lokasi Kantor Kejaksaan Jombang semacam kota lama Jombang yang bangunan kolonialnya makin menipis dari masa ke masa. Padahal sejarahnya sangat penting bagi Jombang. Tentunya, untuk menjaga sejarah tidak hanya dikenal lewat gambar, pastinya harus mempertahankan fisik bangunan aslinya.

 

Jejak Sejarah di Kantor Kejaksaan Jombang :

1.      Arsitektur

Bangunan Kantor Kejaksaan Jombang memang sudah banyak dilakukan renovasi dan perubahan, baik dari segi denah maupun penambahan bangunan baru. Meski tenggelam di balik bangunan baru, sisi bangunan utamanya yang dulunya merupakan bagian dari kantor kejaksaan era kolonial masih ada hingga kini.

Teras koridor yang mendampingi taman

 

 

Taman  di tengah bangunan, khas karakteristik bangunan kolonial

 

Sisi bangunan yang masih ada yaitu di bagian taman tengah yang masih menyisakan jejak arsitektur kuno yang bisa dicermati. Bagian genting yang tinggi, posisi taman di tengah bangunan, koridor teras yang ada di taman dengan pilar-pilar yang mencerminkan arsitektur minimal dari masa kemerdekaan bahkan mungkin juga kolonial.

Teras dengan atap miring yang tinggi

 

Gawang-gawang pintu beberapa ada yang sudah diganti berikut daunnya, berganti dengan pintu-pintu modern. Namun beberapa pintu beserta daunnya bahkan masih banyak yang dipertahankan dan beberapa bahkan berfungsi dengan baik. Sebuah ciri awetnya benda produksi masa kolonial yang mengutamakan fungsi, kualitas dan ketahanan, berbeda dengan barang-barang dari masa modern yang hanya mempertimbangkan kenyamanan dan gaya.

Pintu lawas yang masih berfungsi dengan baik

 

Ketinggian area juga rendah, meski permukaannya kini sudah berganti dengan ubin modern sederhana berukuran 30x30. Beberapa ruangan memang sudah ditinggikan, dan jendela-jendela sudah ditutup berganti dengan penyejuk udara. Namun bisa dibayangkan bila bangunan asli masih berada pada ketinggian aslinya, bagian langit-langit jelas menjulang seperti karakteristik bangunan Belanda pada masanya.  

 

2.      Pintu

Ada salah satu pintu besi yang digunakan untuk ruang arsip yang memiliki kucian pegangan berbentuk melingkar. Untuk membukanya perlu tenaga ekstra dan harus diputar pegangannya layaknya nakhoda kapal. Pintu besi yang demikian mirip dengan cara kerja brankas zaman dulu. Jelas dari bahannya, pintu itu dimaksudkan untuk menyimpan benda berharga.

Pintu besi Ruang Arsip

 

Sangat unik bagaimana pintu besi tersebut masih menyisakan jejak kolonial yang jelas di permukaannya. Terdapat emblem yang bertuliskan kluisedoor, Prima Quailteit. Kluisedoor sendiri memiliki arti yang sama dengan vault door dalam Bahasa Inggris.  Jika diterjemahkan berarti pintu lemari besi, yang sering di Indonesia disebut pintu brankas.

Emblem pintu brankas

Penyebutkan pintu brankas untuk menyebut pintu besi didasarkan kebiasaan masyarakat di masa lalu yang menyimpan barang berharga di brankas yang karakteristik pintunya memiliki pegangan memutar. Kemudian, apapun yang disimpan dalam lemari besi, entah kas atau bukan, tetap disebut lemari brankas.

Penulisan Kluisedoor, jelas mengindikasikan bahwa daun pintu berbahan logam tersebut merupakan produksi Belanda atau dibuat di masa kolonial Belanda. Dan uniknya ada berita menarik yang diliput di dalam Soerabaijaisch Handelsblad bertanggal 1 Agustus 1881.

Dalam berita, Pintu Brankas sendiri memiliki secuil sejarah unik yang sempat diabadikan dalam berita singkat koran Soerabaijaisch Handelsblad yang tertanggal 24 April 1930 Berita tersebut berbunyi :

JOMBANG.

Percobaan perampokan. Pada salah satu malam terakhir, upaya dilakukan untuk memaksa brankas masuk ke kantor jaksa di sini. Pencuri memasuki kantor melalui jendela dan masuk melalui gembok brankas. Namun, dia tidak berhasil membuka kunci bibir brankas.

Setelah menyiram beberapa kertas dengan tinta, pencuri itu pergi. Kemungkinan mereka berurusan dengan penjahat yang baru saja dibebaskan dari penjara.

 

Jelaslah dalam berita terdapat berita adanya percobaan pembobolan lemari brankas di kantor kejaksaan. Pencuri tersebut jelas ingin mengambil apa yang ada di dalam brankas yang menyimpan benda berharga. Tentunya, karena bukan bank, jelas yang disimpan bukanlah emas atau uang tunai. Bisa jadi barang bukti atau sesuatu yang menjadi incaran pencuri mengingat ada disebutkan ada dugaan kaitan dengan penjahat yang baru dibebaskan dari penjara.

 

 

Nilai Penting Kantor Kejaksaan Jombang Bagi Sejarah Jombang

Sebagai kantor kejaksaan yang sudah berdiri di masa kolonial, tentunya bangunan bersejarah ini telah menjadi saksi berbagai peristiwa yang terjadi di Jombang. Terlebih lagi, ternyata kantor ini masih menyimpan jejak sejarah di masa lalu berupa kompinen arsitektur yang masih tampak dan beberapa juga berfungsi dengan baik.

Jejak sejarahnya sebagai saksi kemerdekaan Jombang, arsitekturnya yang kolonial, maupun menjadi kantor pertama Kanjeng Sepuh muda pertama kali magang merupakan nilai yang sangat berharga bagi Jombang. Tidak semua bangunan memiliki nilai sejarah sepenting itu, dan begitu istimewanya kantor kejaksaan memilikinya.

Kebutuhan akan ruangan baru dan lahan parkir untuk operasional memang menjadi tantangan berbagai instansi di masa kini. Adanya rencana renovasi dan perombakan besar-besaran harusnya tetap memperhatikan nilai tak berwujud berupa sejarah yang tak berwujud di kantor kejaksaan Jombang.

Meski sudah dilakukan banyak perombakan, baiknya kantor kejaksaan Jombang tetap mempertahankan bentuk asli bangunan kuno yang ada di wilayahnya. Jika pun kebutuhan akan lahan parkir maupun ruangan baru untuk operasional, hendaknya dilakukan di sisi bangunan baru yang tidak mengubah bangunan lama. Selain itu, harusnya dibuat desain yang tidak merobohkan sisi bangunan kolonialnya.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kantor Kejaksaan Jombang

  Kantor Kejaksaan Jombang     Bangunan Kantor Kejaksaan Jombang memiliki arsitektur seperti kantor-kantor pemerintah pada umumnya. ...